
Aku termasuk orang yang concern dengan penyakit HIV/AIDS. Bagaimana tidak, angka penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya ini tiap tahun mengalami kenaikan yang signifikan. Data Kemenkes menyebutkan per Juni 2011, ada 742 kasus bayi HIV. Ini berartu dalam 3 tahun, kasus bayi HIV naik 2 kali lipat!
70-80 persen bayi HIV ini tertular dari ibunya yang merupakan ibu rumah tangga penderita HIV dengan resiko rendah. Bayangkan, ibu dari bayi-bayi tak berdosa itu adalah perempuan baik-baik yang setia pada pasangannya (suaminya). Menurut dokter spesialis kebidanan RSCM, dr Yudianto, para ibu rumah tangga tersebut tertular HIV dari suaminya.
Sementara angka penderita baru HIV AIDS di Jakarta pada tahun 2011 mencapai 1.184 orang. Kebanyakan dari penderita adalah profesional muda dan 340 orang adalah ibu rumah tangga!!!
Yang cukup mencengangkan, data
Komisi Penanggulangan Aids Nasional tahun 2011, provinsi dengan penderita HIV/AIDS terbanyak adalah Jawa Timur!! OMG

. Padahal tahun-tahun sebelumnya provinsi tertatas dengan kasus HIV/AIDS terbanyak dipegang Papua, karena budaya mereka yang perilaku seksualnya beresiko tinggi.
Mengapa Jawa Timur kok ujug-ujug pemegang rekor HIV/AIDS terbanyak? Ternyata 'penyumbang' terbesar angka penularan ini adalah para TKI yang berasal dari daerah-daerah di Jawa Timur.... Masyaallah!!

Betapa mengerikan! Apa yang terjadi jika para TKI tersebut hamil dan punya anak? Tentu saja bayi-bayi tak berdosa yang mereka lahirkan positif tertular HIV... Ya Robbi...
Jarum BekamLantas apa hubungannya jarum bekam dan penularan HIV/AIDS?
Yang pasti sudah pada paham dong, kalau jarum/silet/alat cukur atau benda apapun yang dapat melukai kulit bisa menjadi media penularan HIV/AIDS jika digunakan secara bergantian tanpa disteril. Gak percaya? silakan klik di
sini.
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Karena itu alat-alat bekam menggunakan media jarum untuk melukai kulit. Nah, di sinilah letak bahayanya. Jika jarum yang digunakan terapis bekam tidak steril bisa menjadi media penularan penyakit yang belum ada obatnya ini.
Jangankan jarum bekam, pisau cukur saja bisa menjadi media penyebaran HIV/AIDS jika dipakai bergantian. Tidak percaya? Silakan baca di
sini. Ngeri ya... Karena itu, siapa pun bisa tertular HIV/AIDS jika tidak waspada.
Bukan maksud hati untuk menakut-nakuti lewat tulisan ini. Bukan pula hendak mendiskreditkan pengobatan bekam. Aku hanya ingin mengajak kita semua waspada pada penyakit ini. Dan untuk para terapis bekam agar semakin meningkatkan kehigenitasan alat-alatnya. Bahkan bila perlu, kemenkes atau MUI atau BPOM memberikan sertifikat khusus untuk klinik dan atau terapis bekam yang banyak bertebaran di negeri ini. Supaya para pasien dan calon pasien lebih merasa yakin dan aman dengan metode pengobatan ala Rasulullah ini. Wallahua'lam..
NB:
Jenis bekam ternyata ada macam-macam, yaitu bekam basah (wet cupping), bekam kering (dry cupping), bekam seluncur (sliding cupping), dan bekam cepat (flash cupping). Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di
sini.
Nah, buat yang gak ingin terkena jarum bekam, bisa memilih jenis bekam
selain bekam basah, karena hanya bekam basah yang menggunakan jarum sebagai alat untuk mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit.